Minggu, 03 Oktober 2021

, , , ,

Very Good Lives ( Hidup yang Sangat Baik ) - J.K. Rowling | Review Buku Indonesia

 Buku "Very Good Lives"

( Hidup yang Sangat Baik )


Judul            : Very Good Lives ( Hidup yang Sangat Baik )

Penulis         : J.K. Rowling

Penerjemah  : Monica D. Chresnayani 

Editor           : Dini Pandia

Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2018

Halaman       : 80 lembar

 

Blurb    :

"Kita tidak membutuhkan sihir untuk mengubah dunia; kita sudah memiliki semua kemampuan yang kita butuhkan.”

Pada 2008, J.K. Rowling menyampaikan pidato yang sangat menyentuh pada acara wisuda Universitas Harvard. Pidato itu sekarang diterbitkan sebagai buku, memuat kata-kata bijak J.K. Rowling untuk siapa pun yang menghadapi perubahan dalam hidupnya. 

Bagaimana agar kita bisa menerima kegagalan? Dan bagaimana agar kita dapat menggunakan imajinasi untuk memperbaik diri kita dan orang lain?  

Dengan menggunakan kisah-kisah dari masa kuliahnya, sang penulis kenamaan membahas pertanyaan-pertanyaan terpenting dalam hidup dengan tajam dan menggugah.


Kenapa saya memilih buku ini untuk dibaca?

Siapa sih yang tidak tahu J.K. Rowling? Semua yang membaca atau menonton serial Harry Potter pasti tahu beliau siapa. Alasan saya sendiri ingin membaca bukunya karena penasaran apa arti kegagalan menurut seorang J.K. Rowling? Apalagi buku ini berisi pidato beliau pada acara wisuda Universitas Harvard, kampus ternama yang tidak mungkin J.K. Rowling memberikan sebuah pidato yang biasa-biasa saja.


Apa motif utama dalam buku ini?

Yang dapat saya simpulkan dari pidato J.K Rowling, sesuai dengan isi buku, bahwa beliau ingin mengajak orang-orang untuk mengambil hikmah dari kegagalan dengan menekankan betapa pentingnya berani berimajinasi.


Apa pesan moral yang bisa diambil dari buku ini?

Pesan moral yang saya dapat adalah J.K. Rowling ingin menyampaikan bahwa semua manusia pasti hidup dalam kegagalan dan melalui hal-hal susah. Bahkan tidak merasa gagal sekalipun, itu sudah termasuk ke dalam masalah yang harus dihadapi manusia. Sebab, hidup tanpa kegagalan itu sama seperti tidak hidup sama sekali dan manusia itu gagal dengan sendirinya. Tapi sebesar apa pun rintangan itu, pasti akan tetap bisa dilalui asal manusia berani berimajinasi bahwa kita mampu mewujudkan hal-hal baik dari imajinasi kita sendiri.


Kalimat menarik di dalam buku?

Terlalu banyak sampai rasanya saya takut spoiler haha. Tapi ini saya bisa tunjukkan yang cukup membuat hati saya tersentuh.

"Begitu kalian cukup dewasa untuk mengambil alih kemudi, maka kalian sendirilah yang harus bertanggung jawab."

"Konsep kegagalan menurut kalian (wisudawan-wisudawati Harvard) mungkin tidak terlalu jauh berbeda dengan konsep sukses kebanyakan orang. Karena kalian sudah terbang terlalu tinggi."

"Kita tidak membutuhkan sihir untuk mengubah dunia; kita sudah memiliki semua kemampuan yang kita butuhkan, kita memiliki kemampuan untuk membayangkan hal yang lebih baik." 

Apa relevan di hidup saya?

Walaupun contoh yang diberikan kurang relevan dengan hidup saya. Namun J.K. Rowling mampu merepresentasikan apa kegagalan yang pernah beliau alami juga tentang seorang korban penyiksaan di Afrika. Yang sangat membuka pikiran saya sendiri, kalau manusia lainnya juga merasakan kegagalan namun dengan konflik yang berbeda.

Apa buku ini relevan untuk 100 tahun lagi?

Menurut saya buku seperti ini akan selalu relevan untuk dibaca dan dipahami bagi orang-orang di masa depan nanti. Karena mustahil manusia tidak memiliki keinginan karena ada saatnya keinginan sesederhana apa pun bisa saja tidak tercapai. Tidak selalu kebutuhan manusia terpenuhi maka itu tugasnya manusia untuk berusaha mencapainya atau memahaminya.

Perasaan habis baca buku ini?

Jika saat itu saya menjadi wisudawati Harvard dan berkesempatan mendengarkan langsung pidato J.K. Rowling, saya yakin saya tidak akan lupa dengan pidato yang beliau sampaikan hingga kapan pun. Saya sendiri juga mengalami kegagalan dan selalu berakhir menyalahkan keadaan. Padahal seharusnya yang saya atau manusia lain lakukan adalah dengan memikirkan hal-hal baik agar bisa yakin kegagalan itu sama seperti lubang pada jalan yang akan kita lewati. Kalau kita terjatuh, kita masih bisa berusaha bangkit, dan kita jalan kuat atau tertatih itu tidak masalah. Sebab yang pasti kita sudah tahu, kita tidak boleh melewati jalan berlubang itu lagi.

0 Comments:

Posting Komentar